NAIK KOPI
A place where you can stay a while.
Dibuka 2019
di Sleman.
Es kopi kekinian untuk mahasiswa UGM dan UNY. Kuning-hitam, promo agresif, nada bercanda.
Yang dibawa ke 2026: nama, rasa lokal, dan satu kalimat dari caption lama.
Arsip @naikkopi.id
TENANGHANGATNAIK
Tahun 2019, “naik” digambar sebagai panah grafik. Tahun 2026, “naik” jadi tangga: tribun jati tempat orang duduk lama, kerja, belajar, dan ngobrol.
Putih kapur,
logo arang.
Cup panas dan dingin, kantong biji, kartu stempel 10 kotak, kartu menu, nampan jati.
Kuning cuma muncul sebagai stiker kecil di cup es.
Tiga
signature.
Harga final menyusul.
Satu ruang,
tiga zona.
Masuk dari kaca depan, pesan di bar, lalu naik ke tribun. Makin ke belakang, makin lama orang duduk.
Bar batu andesit.
Batu candi khas Jogja, mesin aluminium, back bar jati dengan lampu tersembunyi. Satu kursi kuning, cukup.
Stay a while.
Duduk lama itu disengaja.
Lima material,
satu aksen.
Semua bahan yang gampang dicari di Jogja.
Alasan untuk
balik lagi.
“Bokek bukan halangan buat ngopi.”Caption Naik Kopi, November 2019
NAIK
KOPI
A place where you can stay a while.